2020/12/22

Penggunaan Liquified Natural Gas (LNG) pada Kapal

 LNG (Liquefied Natural Gas) merupakan gas alam (metana dan sedikit etana) yang didinginkan hingga mencapai fasa cair. Hal ini dilakukan agar lebih mudah dan lebih aman untuk penyimpanan atau penyaluran tanpa tekanan. Dengan mengubah menjadi cair, volume yang dibutuhkan setara dengan 1/600 kali dibandingkan pada fasa gas. LNG bersifat tak berbau, tak berwarna, tak beracun, dan tidak korosif. Tingkat bahaya yang terjadi ialah mudah terbakar saat menjadi fasa gas, pembekuan dan dapat menyebabkan sesak nafas. Proses pencairan termasuk pemisahan komponen yang terbawa oleh gas dan tidak dibutuhkan seperti debu, gas asam, helium, air dan senyawa hidrokarbon berat. Gas alam ini akan didinginkan pada tekanan atmosfer dan temperatur -162°, sedangkan tekanan maksimum untuk pemindahan berkisar 25 kPa.

Ada beberapa sifat yang perlu diperhatikan pada LNG ini. Diantaranya ialah energi yang terdapat pada LNG atau biasa disebut nilai kalor. Nilai kalor ini terdapat 2 jenis yaitu nilai kalor rendah (Lower Heating Value/LHV) dan nilai kalor tinggi (Higher Heating Value/HHV). Perbedaan dari kedua parameter ini ialah kondisi akhir saat pengujian. Nilai kalor rendah merupakan kondisi dimana temperatur akhir berada pada temperatur ruangan. Sedangkan pada nilai kalor tinggi, temperatur akhir berada pada temperatur terjadinya pembakaran. Setiap bahan bakar akan memiliki LHV dan HHV, tidak terkecuali LNG. Nilai kalor LNG akan bergantung pada sumber gas alam yang digunakan dalam proses pencairan gas. Rentang nilai kalor setiap LNG memiliki perbedaan berkisar ± 10 – 15%. Secara umum nilai HHV LNG berkisar 50 MJ/kg atau 21.500 BTU/lb, sedangkan LHV-nya berkisar 45 MJ/kg atau 19.300 BTU/lb.

Untuk membandingkan antara bahan bakar biasanya akan ditampilkan dalam satuan energi per volume atau biasa disebut kepadatan energi (Energy Density) dengan satuan MJ/liter. Massa jenis LNG berkisar 0,41 – 0,5 kg/liter, bergantung pada temperatur, tekanan, dan komposisi. Sehingga secara rata-rata nilai kepadatan energi LNG bila memiliki massa jenis 0,45 kg/liter ialah sebesar 22,5 MJ/liter HHV dan 20,3 MJ/liter LHV. Bila dibandingkan dengan CNG (Compressed Natural Gas), maka nilainya ialah 2,4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan CNG, sehingga akan lebih ekonomis untuk membawa gas alam dalam bentuk LNG dibandingkan CNG. Bila dibandingkan dengan LPG yang memiliki bahan dasar Propana, maka nilainya sebanding dengan kepadatan energi LNG. Namun nilai ini hanya 60% bila dibandingkan dengan bahan bakar diesel seperti Solar, Dexlite, atau Pertamina Dex dan 70% dibandingkan dengan bensin.

Related Posts :



Widget By : AcerNoval's Site

Related Post



0 comments:

Post a Comment

News Center © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute